Posted by: Hernowo | April 26, 2008

Polygamy – Gimana Hukumnya ?

Secara umum, sumber dari sebagian besar perdebatan tentang polygamy adalah surat An Nisa ayat 3: Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Dari terjemah ayat tersebut, bisa diambil beberapa kesimpulan. Pertama, polygamy adalah hal yang dibolehkan dalam Islam. Tidak ada ayat lain dalam Al Qur’an yang bertentangan dengan ayat ini. Dan memang tidak akan pernah kita temukan ayat yang saling bertentangan dalam Al qur’an. Bukan hanya dalam polygamy, tapi juga dalam hal yang lain.

Kedua, Wajib hukumnya bagi yang menjalankan polygamy untuk bersikap adil kepada para istrinya. Tentang konteks adil ini, dijelaskan lebih lajut dalam ayat 129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dari ayat ini terlihat bahwa keadilan yang dimaksud olah Allah dalam ayat 3 adalah tidak terlalu cenderung kepada salah satu istri dan membiarkan istri yang lain terkatung-katung.

Ketiga, adil bukanlah syarat untuk poligami, tapi kewajiban bagi orang yang memilih jalan polygamy. Menurut kaidah logika, syarat adalah hal yang diperlukan sebelum kita menjalankan sesuatu. Tidak logis kalau adil dijadikan sebagai syarat, karena bagaimana kita tahu seseorang adil atau tidak sebelum dia menjalani polygamy ?

Keempat, Ayat ini tidak berdiri secara terpisah. Ada konteks situasi yang mungkin bisa memberikan penjelasan yang lebih baik. Saya kebetulan belum mempelajarinya secara mendalam. Sampai ada kesimpulan lain yang lebih baik dan bertanggung jawab, kesimpulan ini adalah yang terbaik yang bisa saya ambil. Tapi benar bahwa saya harus melihat lagi konteks polygamy pada ayat ini dengan penanganan wanita yatim seperti yang disebut adalam awal surat

Kelima, sepertinya polygamy lebih dianjurkan bila dibandingkan dengan monogamy. Kalau kita perhatikan secara baik-baik narasi dari ayat tersebut, kita akan merasakan nuansa prioritas di dalamnya. Ini adalah dua pilihan prioritas bagi kita sebagai umat Islam tentang mana yang lebih utama: polygami atau monogamy. Ketika sebagai umat (komunitas) kita harus menentukan prioritas, maka jangan dilihat dari kepentingan individu maupun gender (pria wanita). Keputusan terbaik haruslah didasarkan pada kaidah “manfaat terbesar bagi umat”, bukan individu. Dan siapa yang paling tahu mana yang lebih bermanfaat bagi umat Islam kecuali Allah ? Jadi, marilah kita kaji narasi ayat ini dalam konteks kepentingan umat, bukan kepentingan kaum laki-laki maupun wanita. Kalau dilihat dari terjemahannya (saya harus cek lagi dg orang yang paham bahasa Arab), nuansa pada ayat ini adalah perintah: Kawinilah ! Bentuknya kata kerja. Secara umum, kepada kita (kaum laki-laki) diperintahkan untuk menikahi dua, tiga, atau empat wanita yang disukai. Tapi dalam situasi keraguan bahwa seseorang khawatir tidak bisa berbuat adil ketika dia berpolygamy, maka dia diperbolehkan untuk menikahi satu wanita saja. Seperti kita pahami dalam kaidah umum, keringanan mestinya hanya  berlaku pada sebagian kecil, bukan mayoritas.

Hal ini mirip dengan peritah berpuasa seperti tercantum pada Surat Al baqarah ayat 183-184. Secara umum, umat Islam wajib berpuasa pada hari yg telah ditentukan (Ramadhan). Tapi ada keringanan bagi yang sakit, dalam perjalanan, dan yang berat (tidak mampu) menjalankannya. Meskipun tidak sama persis, kedua situasi ini bisa diperbandingkan.

Keenam, polygamy merupakan bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan ajaran Islam. Semua hal yang disebut secara langsung dalam Al Qur’an adalah hal yang sangat penting bagi umat islam secara kelompok, meskipun mungkin tidak menyenangkan bagi sebagian individu. Sebagai individu, kita harus sangat berhati-hati dalam menyikapi sesuatu. Bukankah Al Qur’an menyebutkan bahwa mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (An Nisaa Ayat 19). Hal senada tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 216. Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Setiap hal yang penting dalam Islam, senantiasa menuntut usaha / konsekwensi yang tidak ringan. Berperang bukanlah hal yang ringan. Menafkahkan harta bukanlah hal yang ringan. Demikian juga memelihara anak yatim, berjihad, dll. Demikian juga polygamy. Bukan saja bagi kaum wanita, tetapi juga bagi kaum laki-laki. Bagi kaum lelaki, konsekwensi dari berbuat tidak adil sangatlah berat. Dia akan mendapatkan azab yang sangat berat karena mengikuti hawa nafsu. Akan tetapi, konsekwensi yang berat tersebut biasanya selalu disertai dengan hikmah yang sangat besar kalau kita menjalankannya dengan benar dan ikhlas. No pain no gain.

Ketujuh, polygamy bukanlah satu-satunya hal terpenting dalam pelaksanaan ajaran Islam, tapi merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Jadi dalam menanggapi masalah ini tidak perlu berlebihan dan menjadikan dua pihak yang berbeda pendapat harus berdiri dalam 2 kutub yang berseberangan.

Club Quarters Hotel London, April 26, 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: