Posted by: Hernowo | December 23, 2008

Subuh di hari Jum’at

Suatu pagi di masjid Nabawi Madinah. Saat itu bulan January atau February 2006 – saya lupa tepatnya. Yang jelas, setelah selesai  menunaikan ibadah haji, saya berkesempatan singgah di Madinah sambil menunggu pesawat untuk pulang ke Indonesia. Saking banyaknya jama’ah, untuk pulang saja harus antri paling tidak 2 minggu. Maklum, ONH biasa.

Saat itu saya ikut berjamaah sholat subuh. Pada rakaat pertama, ditengah-tengah Imam membaca sebuah surat setelah Al Faatihah, tiba-tiba imam melakukan sujud tilawah. Ternyata Beliau membaca salah satu ayat sujud. Karena kebetulan saya berada di barisan depan, saya tahu apa yang terjadi. Lucunya, beberapa teman saya yang berada di baris agak belakang, tidak tahu apa yang terjadi. Kami tertawa ketika cerita ini di kamar hotel. Ternyata hanya sedikit yang tahu kalau kita mendengar ayat-ayat sujud, kita disunnahkan untuk sujud tilawah. Inilah dampaknya kalau berhaji tapi belum cukup ilmu.

Bagi saya sendiri, itu adalah pengalaman pertama saya melakukan sujud tilawah di tengah-tengah sholat. Ini juga sekaligus menunjukkan betapa minim pengalaman keberagamaan saya. Kejadian di Madinah saat itu bener-bener membuat saya malu ati. Bukan sama siapa-siapa, tapi sama diri saya sendiri dan sama Allah.

Pada tanggal 22 Desember 2008, saya melakukan perjalanan ke Vietnam utara dari Ho Chi Minh City. Sambil menunggu pesawat yang akan membawa saya ke Hai Phong, saya membuka kitab hadits di laptop saya. Ketika saya masuk ke bagian Sholat Jum’at saya menemukan hadit’s berikt: Hadist riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw. bahwa: Dalam shalat Subuh, di hari Jumat Nabi saw. membaca surat As-Sajadah dan Al-Insan

Hadit’s ini mengingatkan saya pada kejadian 3 tahun lalu. Saat itu memang sang Imam membaca surat As Sajadah di raka’at pertama, dan Al Insan di raka’at kedua. Berarti seumur hidup saya, saya baru sekali mengikuti sunnah Rasul untuk masalah ini. Sekali lagi, ini bener-bener memalukan. Bagaimana mungkin saya berani mangaku sebagai umat Muhammad?

Saat ini tambah satu lagi tanggungan saya, menghapalkan surat As Sajadah sebanyak 30 ayat, dan Al Insan sebanyak 31 ayat. Sepertinya tidak gampang, apalagi ditengah-tengah kesibukan duniawi yang kayaknya tidak pernah berhenti. Tapi, apapun yang terjadi, harus diusahakan. Kalau mengenang kembali saat-saat sholat subuh di masjidil Haram menjelang puncak ibadah haji, saya selalu ingat kesimpulan saya saat itu: ternyata begitu banyak orang yang ingin masuk syurga. 2 jam menjelang subuh, sudah sangat ramai. 30 menit menjelang subuh, kita sudah tidak mungkin mendapat tempat di dalam masjid, padahal kapasitas masjid sangat besar. Sangat berbeda dengan masjid di belakang rumah saya yang jama’ah tetapnya hanya sekitar 5 orang.

Hanoi, 23 Desember 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: