Posted by: Hernowo | January 24, 2009

Sikap Terbaik Menghadapi Musibah

QS Al Hadiid ayat 22 mengajarkan hikmah yang sangat mendalam tentang bagaimana menyikapi musibah yang seringkali datang secara tiba-tiba ibarat tamu  yang tidak diundang. Berikut terjemahan ayat tersebut:

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”

Dengan tegas Allah memberitahu ke kita bahwa segala musibah yang menimpa kita semua sudah digariskan sama Allah, bahkan sebelum kita diciptakan. Ayat ini juga diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda: Pernah Adam dan Musa saling berdebat. Kata Musa: Wahai Adam, kamu adalah nenek moyang kami, kamu telah mengecewakan harapan kami dan mengeluarkan kami dari surga. Adam menjawab: Kamu Musa, Allah telah memilihmu untuk diajak berbicara dengan kalam-Nya dan Allah telah menuliskan untukmu dengan tangan-Nya. Apakah kamu akan menyalahkan aku karena suatu perkara yang telah Allah tentukan empat puluh tahun sebelum Dia menciptakan aku? Nabi saw. bersabda: Akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa, akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa

Sebagai orang yang beriman, kita mestinya yakin bahwa ketika Allah menuliskan taqdir kita jauh sebelum kita diciptakan, Allah mempunyai scenario yang kita tidak tahu. Satu hal yang bisa kita pegang dan yakini, bahwa scenario tersebut pastilah scenario terbaik.

Kita tidak akan berdaya untuk menghindar dari semua musibah yang memang sudah di gariskan. Jika langit hendak runtuh, bagaimana telunjuk bisa menahannya? Yang membedakan apakah musibah tersebut memberikan dampak yang buruk bagi kita atau malah sebaliknya adalah bagaimana kita mensikapinya. Jika kita menghadapinya dengan ratapan, tangisan, keluhan, dan perasaan seolah-olah kita adalah orang paling malang di muka bumi, maka musibah tersebut tentu saja akan membuat hidup kita semakin menderita. Jadi, sikap seperti ini bukanlah sikap terbaik dari seorang yang menyatakan diri sebagai orang yang beriman.

Sikap terbaik dalam menghadapi musibah adalah dengan mencoba melihat hikmah di balik semua itu. Betapapun besarnya musibah yang ditimpakan Allah kepada kita, kita harus tetap membuka kesadaran bahwa semua itu hanyalah ujian Allah bagi kita, untuk mengangkat kita ke derajat kemanusiaan yang lebih tinggi. Kita bisa mencontoh para Nabi dan Rasul. Betapa berat ujian yang mereka hadapi. Kita bisa melihat orang-orang yang kurang beruntung di sekitar kita. Betapa beruntungnya kita. Banyak contoh orang lebih suskses dalam hidupnya setelah dia berhasil menghadapi ujian hidup dengan sikap yang tetap positif.

Meskipun terlihat sangat mudah ketika dituliskan, tetapi ketika kita harus menjalaninya, ternyata sangat berat. Menurut pengalaman pribadi saya, tetap tegar, bersemangat, bersikap positif, dan secara konsisten berusaha mendekatkan diri kepada Allah ketika kita dihadapkan pada ujian yang maha berat, ternyata bukan masalah yang sederhana. Mengubah rasa marah, sakit hati, dan kekecewaan menjadi sebuah semangat untuk lebih mandiri, belajar bersyukur, dan meningkatkan kualitas kemanusiaan ternyata membutuhkan sikap mental sekuat baja. Menjadikan hanya Allah semata sebagai tempat kita bersandar ketika kita berada dalam kesendirian karena beratnya ujian hidup yang kita hadapi, ternyata membutuhkan ketegaran dan perjuangan jiwa yang sangat luar biasa, yang terkadang membuat kita ragu apakah kita akan sanggup untuk bertahan. Apalagi pada saat yang bersamaan, tarikan godaan Syetan menjadi terasa begitu kuat dan menggiurkan.

Ketika beban terasa begitu berat, ketika kita merasa sendiri, ketika hati mulai bimbang, ketika pikiran mulai ragu, ketika benteng pertahanan mulai runtuh, dan ketika jiwa terasa begitu kerdil …. coba resapi makna dari petunjuk Allah dalam surat At Taghaabun ayat 11 berikut:

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”

Mudah-mudahan kita tetap termasuk ke dalam golongan orang-orang yang ke dalam hatinya diberikan petunjuk oleh Allah ketika kita ditimpa musibah.

Kesunyian di tengah kemeriahan tahun baru China di Saigon


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: