Posted by: Hernowo | January 26, 2009

Hikmah dari Setetes Air Mata

Musim haji di awal 2006. Saya memanjatkan do’a di antara pintu Ka’bah dan Maqam Ibrahim. Doa yang selalu saya ulang-ulang selama saya menjalankan Ibadah haji.  Do’a yang selalu saya usahakan untuk khusyu’ ketika membacakannya. Do’a yang hanya saya sendiri dan Allah saja yang tahu dengan tepat apa isinya.

Malam ini saya kembali mencoba merenungkan kembali semua do’a yang pernah saya panjatkan. Ternyata sudah 3 tahun berlalu. Ternyata begitu banyak yang sudah terjadi. Banyak sekali ujian hidup yang harus saya jalani selama masa 3 tahun. Hampir-hampir saya tidak percaya bisa menghadapi semua itu. Tapi Alhamdulillah Rahmat Allah saya rasakan masih jauh lebih besar dari semua ujian. Allah memberikan jauh lebih banyak dari yang saya minta.

Tanpa terasa, air mata saya menetes ke pipi, melewati bibir atas, dan masuk ke mulut saya. Begitu sampai di lidah, ternyata terasa asin. Sambil merenung, saya sempat berfikir, kenapa air mata terasa asin?

Yah … mungkin itulah salah satu Rahmat Allah kepada kita. Dia menciptakan air mata terasa asin, agar menjadi garam bagi kehidupan manusia. Saya lantas membayangkan betapa hambar kehidupan manusia tanpa adanya tetesan air mata. satu lagi pelajaran berharga saya peroleh malam ini dari setetes air mata. Baik karena sedih ataupun karena bahagia, sebuah tetesan air mata layak untuk disyukuri. Karena tetesan tersebut bisa membuat hidup kita lebih berasa.

Penghargaan buat setetes air mata di atas sajadah coklat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: