Posted by: Hernowo | August 7, 2009

Sang Penyanyi dan Pembuat Puisi

Baru seminggu mbah Surip pergi
WS Rendra pun menyusul pagi ini
Mungkin mereka sudah membuat janji
Untuk besama bernyanyi  dan merangkai puisi

Seperti lazimnya sebuah drama kehidupan
Para pemain datang dan pergi secara bergantian
Saat ini giliran sang pujangga dan si pelantun nyanyian
Waktu mendatang tinggal giliranku dan juga kalian

Rutinitas Senin – jum’at sudah kita lewati
Demikian sibuk menapak bumi dan melukis ilusi
Banting tulang tuk coba meraih bayang-bayang
Berlari cepat untuk menghampiri fatamorgana

Alangkah baiknya bila diakhir pekan
Kita ketuk pintu langit dan singkap tirai kegaiban
Siapa tahu kita bisa bertanya kepada sang pujangga dan si pelantun nyanyian
Bekal apa yang sebaiknya kita siapkan

Diamond Plaza Saigon – Jum’at Sore 7 Agustus 2009 menjelang pulang kantor. Sebuah renungan atas meninggalnya mbah Surip dan WS Rendra.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: